Showing posts with label renung. Show all posts
Showing posts with label renung. Show all posts

6.07.2012

Karena Cinta

simpuh
doa diimla, utuh
rapuh

malam
kala hati kelam
asma Tuhan, diucap dalam-dalam

kala surya kembali datang
dan hati mulai tenang
Dia, sang tempat mengadu, terlupa, hilang

itukah wujud menghamba
sesaat ingat, sesaat lupa

atau memilih cinta
pada sang maha
tak pedulia dia lemah, atau kuasa
nir pahala pula doa
surga jua neraka
suci pun nista

bila terpilih cinta
hanya cinta
karena cinta
maka sang hamba
kan berlaku, jua berkata
yang baik dan indah, semata
agar senyum tersungging di kerling mata-Nya
menghamba karena cinta pada-Nya
hanya karena kita cinta pada-Nya

karena cinta


4.08.2012

Keliru


bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan 
aku telah membaca, namun Tuhan tak pernah kutemukan

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah
tak pernah kutahu bapak dan ibuku, lalu dari darah siapa aku bermula?

bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah
semurah apakah Dia? yang kutahu hanya berkutat dalam pekat kelamnya dunia, di sini di antara lonte yang lupa cara memakai BH dan lelaki yang  memuncratkan mani tanpa peduli wadahnya, juga seberapa kuat nyalimu bicara

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
pena siapakah yang akan menuliskan angka kematian, ketika sebilah belati, menjadi penentu urat nadi, lantas bangkai tubuhmu, mengambang di kali hingga jauh

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu)
aku telah membaca,
di antara caci maki,
di antara luka-luka,
di antara jijik dan tertutupnya mata batin, aku, dia, mereka
di antara tajamnya belati, nadi yang koyak berdarah,
kepada Tuhannya siapa aku kembali? mungkinkah aku salah membaca?
aku tak pernah tahu, dan kini bukan saatnya untuk mencari tahu,
malam semakin kelam, sekelam bijimataku yang tertutup bersama hilangnya kesadaran








3.28.2012

statis


serupa senja yang berlalu begitu saja
pun pagi, yang terjaga meniti siang
juga malam yang bertemaramkan rembulan muda
lalu menua bersama desirdesir angin
dan waktu terus meniti putaranputaran
tak ada jeda, tak jua berlari atau henti
manusialah yang terlalu cepat bergerak
terkadang lena, hening dan diam
diantaranya, moga terpetik buahbuah kehidupan
bukan siasia dari sisasisa ratap penyesalan kesalahan

3.26.2012

hanya sebuah luka


kami sama-sama terluka, lantas dalam diam, terus mencoba memendamnya dalam-dalam..

dan setiap yang terluka, selalu merasa, luka merekalah yang paling bernanah..

lantas jiwa-jiwa yang memendam amarah, meski serupa sekam, membara dalam diam, perlahan-lahan, membakar..

mungkinkah dalam kediaman,keheningan dan tetes airmata yang tertahan jatuh, ada pemaafan..

atau hanya berupa keadaan hampa, mati rasa dan berharap, semua akan musnah, hidup akan seperti mula adannya..

dan kami sama-sama terluka, lantas dalam diam, terus mencoba memendamnya dalam-dalam..


Menjahit Hari


aku menjahit hari
kutisik satu persatu agar rapi
kujelujuri setiap pinggirnya
agar benang yang terburai, rata

satu sisi terjalin
merenda waktu, berlalu
saat siap tuk yang lain
terantuk semenir kisah yang lalu

mungkin dosa, atau sekedar alpa
diantara doa, terucap semata
dan mereka bilang itu hukuman
saat nafsu, memenjara keimanan

ah entahlah
peduli apa mereka tentang kesah
saat ku tertatih, toh mereka tetap berlari
adakalanya kita hanya hidup sendiri-sendiri

aku menjahit hari
beberapa diantaranya kusulam dengan rapi
kuselipkan renda-renda juga bunga
toh tetap saja, selalu terselip noda

1.30.2012

Kupikir, Tak Ada Judul

kupikir menujumu, menyatukan rindu
tak sekedar melepas nafsu, akanmu,akanku, untuk bertemu
namun yang tersisa, sia..
kau, aku, antara ada, tiada..

kupikir mengenangnya, itu cinta
tak sekedar bersama meniti pagi cerah, hingga senja merona
namun yang tersisa sembilu
aku, dia, membeku, kelu

kupikir memujanya, ungkapan rasa sayang
tak sekedar perasaan yang perlahan timbul lalu menghilang
namun yang tersisa hanya ratap
di siangmalamku, akan kasih tak pernah terungkap

kupikir menahannya, itu asa
segala kisah, terlewat, meski berat
namun yang harus tertinggal ternyata untaian doa
bukan nanar nafas satusatu, roh yang sudah dalam genggam malaikat

kupikir melangkah bersamamu, satu tujuan
tentang kehidupan, terbentang, masa depan
namun yang tersisa, hanya kenang
saat kau, aku, tak bertemu di titik simpang

kupikir memelukmu, serupa kehangatan tak kunjung padam
membara, menyala, membakar malam
namun yang ada hanya semilir angin
selintas, menderu, menyisakan gigil dalam dingin

kupikir bersamamu, bagai waktu, terus berlalu, berpacu
tak henti, tak jeda, tak jemu
namun semua hanya khayal
kala membuka mata, hanya mimpi, yang didapuk nyata, terpental

1.25.2012

Jeda

hanya kisaran gundah
di hati yang lelah
segalanya seperti sia, memunah
dan pikiranpikiran kalut tak bersudah

lantas terpilih sebuah jeda
entah, mungkin sementara
atau selamanya, lihat saja

membuka jendela lebih lebar
menjulurkan, tak hanya kepala, tapi separuh badan keluar
menghirup aroma tanah basah, menguar
selepas hujan, ah sayang, rinainya hanya sebentar

terlihat banyak hal baru
tapak dara yang mekar, di sudut taman dekat gaharu
bocah cantik dengan sepatu biru
berkecipakan di genangan air, yang hampir beku

dedaunan melambai
umbulumbul penuh warna yang kainnya basah terkulai
sayupsayup terdengar kidung damai diantarkan semilir yang membelai
jiwajiwa yang lama lalai

lantas terpilih sebuah jeda
entah, mungkin sementara
atau selamanya, lihat saja

11.15.2011

unimmortal

tak pernah ada yang kekal bukan?
jadi ketika satu persatu dalam hidupmu
bentuk apapun jua itu, perlahan atau tiba-tiba hilang
senyap menyesap dalam dirimu hingga menjadi satu, utuh
atau terbang melayang tak kunjung kembali
bahkan bila kau teriakkan agar gemanya pantul menyeruak gendang telingamu,
tak jua datang
pilihlah diantara ini untuk kau lakukan
kenang, lupakan, ikhlaskan

10.06.2011

Kekinian yang Menjadi Dulu

ini tentang kita
bukan tentang mereka
sebuah kata cinta
sebagai ikatan kita berdua

biar badai berlalu
biar semua hanya semu
asal hanya engkau dan aku
cukup, itu sudah dunia baru

tapi itu kini
bagaimana suatu saat nanti
saat cinta menjadi bosan lalu benci
masih adakah kata, kita yang menjadi kami?

lantas daun-daun angsana luruh
terbang melayang tersapu sang bayu
yang tersisa hanya kelu
dari sebuah roman, yang tinggal kenang, terkubur masa lalu

9.29.2011

ICU

hati dan pikiran penuh grafik-grafik
naik turun serupa mesin denyut jantung
berdetak, berdegup, dentum
terhimpit diantara selang, pemindai dan kabel-kabel yang berserak
aku lupa mengingat
pun lelah bernafas
mata terpejam pikir melayang
terpasung impian dan keinginan
rasa, hasrat, nafsu, getar, debar
aku hanya ingin tidur
lelap, senyap

9.26.2011

dunia antara

ini dunia antara
tentang hitam putih lalu mengabu
juga dunia antara
yang nyata, maya, kini juga lalu, bisu

lelah

di senja yang menua, tertatih-tatih menuju isya.. di antara doa yang coba diimla . terlupa, entah dimana, lelah yang memenjara jiwa, juga raga..

9.20.2011

lalu tiba saat kematian itu*

saat kepulangan tiba
pada insan di rahimnya kita menghamba
separuh nyawa hilang terbawa
maka kata, hanya menyesak didada
airmata pun menyesap di pori jiwa
lalu hanya hampa terasa
moga iman dan doa
menguatkan kita
bahwa setiap duka
selalu beriring dengan suka
dan hikmah menyertainya
bila Tuhan ada dalam hati manusia



judul diambil dari sini http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2011/02/05/lalu-tiba-kematian-itu/

9.12.2011

orang ketiga

dia datang dan menginap
melihatnya tua, lelah dan merenta
ada iba yang hinggap
terkenang ibu, telah buktikan ucapnya

beribu duri pernah tertebar dan terbagi
banyak raga, jiwa, lara tersakiti
buliran janji-janji, teringkari
lantas mengkarat menjadi pedih, lirih, perih, benci

lantas masa itu kini tiba
merangkak, tertatih hanya untuk meniti tangga
satu-satu nafasnya berkejaran, terengah bersama darah
semua luka,amarah, mendadak sirna, musnah

kini tinggal menunggu waktu
untuk sebuah janji yang diucap sepenuh hati
telah tiba tuk turut ucap ibu
kami terima dia, jadi bagian hidup kami

8.11.2011

Saum

kepada
puasa
tercipta
dahaga
pahala
dosa
derma
bangga
busungan dada
tangan tengadah dalam pinta

aku?? sama saja!