dia datang dan menginap
melihatnya tua, lelah dan merenta
ada iba yang hinggap
terkenang ibu, telah buktikan ucapnya
beribu duri pernah tertebar dan terbagi
banyak raga, jiwa, lara tersakiti
buliran janji-janji, teringkari
lantas mengkarat menjadi pedih, lirih, perih, benci
lantas masa itu kini tiba
merangkak, tertatih hanya untuk meniti tangga
satu-satu nafasnya berkejaran, terengah bersama darah
semua luka,amarah, mendadak sirna, musnah
kini tinggal menunggu waktu
untuk sebuah janji yang diucap sepenuh hati
telah tiba tuk turut ucap ibu
kami terima dia, jadi bagian hidup kami
No comments:
Post a Comment