3.28.2012

statis


serupa senja yang berlalu begitu saja
pun pagi, yang terjaga meniti siang
juga malam yang bertemaramkan rembulan muda
lalu menua bersama desirdesir angin
dan waktu terus meniti putaranputaran
tak ada jeda, tak jua berlari atau henti
manusialah yang terlalu cepat bergerak
terkadang lena, hening dan diam
diantaranya, moga terpetik buahbuah kehidupan
bukan siasia dari sisasisa ratap penyesalan kesalahan

3.26.2012

hanya sebuah luka


kami sama-sama terluka, lantas dalam diam, terus mencoba memendamnya dalam-dalam..

dan setiap yang terluka, selalu merasa, luka merekalah yang paling bernanah..

lantas jiwa-jiwa yang memendam amarah, meski serupa sekam, membara dalam diam, perlahan-lahan, membakar..

mungkinkah dalam kediaman,keheningan dan tetes airmata yang tertahan jatuh, ada pemaafan..

atau hanya berupa keadaan hampa, mati rasa dan berharap, semua akan musnah, hidup akan seperti mula adannya..

dan kami sama-sama terluka, lantas dalam diam, terus mencoba memendamnya dalam-dalam..


Menjahit Hari


aku menjahit hari
kutisik satu persatu agar rapi
kujelujuri setiap pinggirnya
agar benang yang terburai, rata

satu sisi terjalin
merenda waktu, berlalu
saat siap tuk yang lain
terantuk semenir kisah yang lalu

mungkin dosa, atau sekedar alpa
diantara doa, terucap semata
dan mereka bilang itu hukuman
saat nafsu, memenjara keimanan

ah entahlah
peduli apa mereka tentang kesah
saat ku tertatih, toh mereka tetap berlari
adakalanya kita hanya hidup sendiri-sendiri

aku menjahit hari
beberapa diantaranya kusulam dengan rapi
kuselipkan renda-renda juga bunga
toh tetap saja, selalu terselip noda

3.06.2012

Ibu, yang Berdoa untuk Kematiannya

ada kala
ibu berdoa untuk kematiannya
dalam sunyi, diamdiam
saat benihbenih
yang dulu terkandung dalam rahim
kini besar, jumawa, menggenggam bara


ada kala
ibu berdoa untuk kematiannya
dalam tangis, nir airmata
tanpa isak, hanya sisakan sesak
saat benihbenih
yang dulu dibelai buaian sayang
kini besar, jumawa, menjadi angkara