aku menjahit hari
kutisik satu persatu agar rapi
kujelujuri setiap pinggirnya
agar benang yang terburai, rata
satu sisi terjalin
merenda waktu, berlalu
saat siap tuk yang lain
terantuk semenir kisah yang lalu
mungkin dosa, atau sekedar alpa
diantara doa, terucap semata
dan mereka bilang itu hukuman
saat nafsu, memenjara keimanan
ah entahlah
peduli apa mereka tentang kesah
saat ku tertatih, toh mereka tetap berlari
adakalanya kita hanya hidup sendiri-sendiri
aku menjahit hari
beberapa diantaranya kusulam dengan rapi
kuselipkan renda-renda juga bunga
toh tetap saja, selalu terselip noda
No comments:
Post a Comment