10.09.2011

Sesaat Sebelum Pagi

aku terjaga sesaat sebelum pagi tiba. dalam perjalanan menuju kotamu. di antara degup roda kereta yang tak henti melaju. dan orang-orang yang terkesiap, menggeliat, terhenyak, ternyata waktu begitu lambat, perjalanan belum lagi usai.

aku terjaga sesaat sebelum pagi tiba. dengan dermaga kepala penuh pikiran yang membuang sauh, sebelum kembangkan layar, kembara ke negeri antah.halimun yang turun, menyusup, menyesap, penuhi rongga-rongga jiwa, dingin, perlahan membeku.

aku terjaga sesaat sebelum pagi tiba. terbayang semburat wajahmu, berarak perlahan menantiku, tiba di sudut hatimu, lantas beku mencair, serupa magma rindu yang buncah.

aku terjaga sesaat sebelum pagi tiba. setelah kelopak membuka sempurna, nyawa kembali masuk dalam raga, tersadar. lamunan sesap perlahan, mengembun dan menguap berbareng sinar mentari menyeruak di tepian kotamu.

aku terjaga sesaat sebelum pagi tiba, kau, entah, tiada.

10.06.2011

Kekinian yang Menjadi Dulu

ini tentang kita
bukan tentang mereka
sebuah kata cinta
sebagai ikatan kita berdua

biar badai berlalu
biar semua hanya semu
asal hanya engkau dan aku
cukup, itu sudah dunia baru

tapi itu kini
bagaimana suatu saat nanti
saat cinta menjadi bosan lalu benci
masih adakah kata, kita yang menjadi kami?

lantas daun-daun angsana luruh
terbang melayang tersapu sang bayu
yang tersisa hanya kelu
dari sebuah roman, yang tinggal kenang, terkubur masa lalu

10.05.2011

titik-titik

mimpi-mimpi yang tak terbeli
cinta-cinta yang tak termiliki
luka-luka yang tak terperi
kesepian-kesepian yang tak juga terakhiri
keramaian-keramaian yang seakan mengekang diri
dunia-dunia yang makin membuat sesak pikir juga hati
semua punah, yang tersisa hanya hampa

10.04.2011

asa, sia

terdera rasa
saat bersama
walau hanya sekejap dalam tatap mata
pada akhirnya, semua akan sia