hanya kisaran gundah
di hati yang lelah
segalanya seperti sia, memunah
dan pikiranpikiran kalut tak bersudah
lantas terpilih sebuah jeda
entah, mungkin sementara
atau selamanya, lihat saja
membuka jendela lebih lebar
menjulurkan, tak hanya kepala, tapi separuh badan keluar
menghirup aroma tanah basah, menguar
selepas hujan, ah sayang, rinainya hanya sebentar
terlihat banyak hal baru
tapak dara yang mekar, di sudut taman dekat gaharu
bocah cantik dengan sepatu biru
berkecipakan di genangan air, yang hampir beku
dedaunan melambai
umbulumbul penuh warna yang kainnya basah terkulai
sayupsayup terdengar kidung damai diantarkan semilir yang membelai
jiwajiwa yang lama lalai
lantas terpilih sebuah jeda
entah, mungkin sementara
atau selamanya, lihat saja
No comments:
Post a Comment