doa diimla, utuh
rapuh
malam
kala hati kelam
asma Tuhan, diucap dalam-dalam
kala surya kembali datang
dan hati mulai tenang
Dia, sang tempat mengadu, terlupa, hilang
itukah wujud menghamba
sesaat ingat, sesaat lupa
atau memilih cinta
pada sang maha
tak pedulia dia lemah, atau kuasa
nir pahala pula doa
surga jua neraka
suci pun nista
bila terpilih cinta
hanya cinta
karena cinta
maka sang hamba
kan berlaku, jua berkata
yang baik dan indah, semata
agar senyum tersungging di kerling mata-Nya
menghamba karena cinta pada-Nya
hanya karena kita cinta pada-Nya
karena cinta
No comments:
Post a Comment