aku tak ingin mengandaikan dirimu
serupa embun mencium dedaunan perindu
selaksa fajar pagi rekah malu-malu
atau senja yang mengendap sembilu
aku hanya melihat garis wajahmu
penuh kerut,lekang tertimpa usia
menatap hitam kulitmu
terbakar dalam setiap kerasnya usaha
menggenggam erat tanganmu
dalam rengkuhmu, dulu aku bermanja
dalam tepekur harimu yang tersisa
dalam sujud yang kadang masih kau lupa
dalam laku bukan hanya kata
serupa itu darah kita menyatu bersama
untukmu yang terkasih
sudilah terima sedikit bakti
walau tak kan mampu terbalas walau hanya seujung jari
meski kadang kita berselisih
No comments:
Post a Comment