6.09.2011

untuk yang terkasih

aku tak ingin mengandaikan dirimu

serupa embun mencium dedaunan perindu

selaksa fajar pagi rekah malu-malu

atau senja yang mengendap sembilu


aku hanya melihat garis wajahmu

penuh kerut,lekang tertimpa usia

menatap hitam kulitmu

terbakar dalam setiap kerasnya usaha

menggenggam erat tanganmu

dalam rengkuhmu, dulu aku bermanja


dalam tepekur harimu yang tersisa

dalam sujud yang kadang masih kau lupa

dalam laku bukan hanya kata

serupa itu darah kita menyatu bersama


untukmu yang terkasih

sudilah terima sedikit bakti

walau tak kan mampu terbalas walau hanya seujung jari

meski kadang kita berselisih

No comments:

Post a Comment