6.09.2011

di rembang petang

dua baris besi memanjang

tepi peron dekat pelataran

suasana di rembang petang

kau, aku duduk bersisian


harum kelelahan menyeruak

tatapmu hanya pada ujung sepatu

sedang anak-anak rambutku tersibak

saat bayu mengiring kereta, melaju


berhari kita tapaki dalam diam

hanya hela dan tatap hampa

jutaan kata kian tenggelam

kau, aku memilih tak bicara


senja makin temaram

saat kereta datang

yang ada hanya sedikit gumam

kau, aku terpisah ruang


tatapmu hanya pada ujung sepatu

lelah semakin tampak di kerut dahimu

anak-anak rambutku tersibak

saat kereta berangkat, hanya kenang, tersisa, bergejolak

No comments:

Post a Comment