dua baris besi memanjang
tepi peron dekat pelataran
suasana di rembang petang
kau, aku duduk bersisian
harum kelelahan menyeruak
tatapmu hanya pada ujung sepatu
sedang anak-anak rambutku tersibak
saat bayu mengiring kereta, melaju
berhari kita tapaki dalam diam
hanya hela dan tatap hampa
jutaan kata kian tenggelam
kau, aku memilih tak bicara
senja makin temaram
saat kereta datang
yang ada hanya sedikit gumam
kau, aku terpisah ruang
tatapmu hanya pada ujung sepatu
lelah semakin tampak di kerut dahimu
anak-anak rambutku tersibak
saat kereta berangkat, hanya kenang, tersisa, bergejolak
No comments:
Post a Comment