1.23.2012

bencikah hujan padaku?

bencikah hujan padaku?
ketika aku terbakar, kerontang, butiran titik-titik airmu tak juga turun, memadamkannya



bencikah hujan padaku?
saat anak-anak pokokku yang menjulang menua, rubuh satu persatu di hempas mesin gergaji
buliran airmu tak jua luruh dan menghalau mereka?



bencikah hujan padaku?
saat kekasih-kekasihku, satwa yang menjauh, terusir, perlahan punah
rinaimu tak jatuh dan memeluk mereka untuk tinggal



bencikah hujan padaku?
saat aku tak lagi mampu berguna sebagai paru-paru
airmu curah tertumpah, membandang, menerjang segalanya



bencikah hujan padaku?
kala aku terdera, tangan-tangan manusia menjarah, merampas segala
dan aku hanya lahan kering tak bersisa
menunggu beton-beton menggantikan pepohon



bencikah hujan padaku?
bahkan anginmu yang menderu, terburu saat melintasi raga kosongku

No comments:

Post a Comment